Selasa, 23 Agustus 2011

Transfer factor pada anak dengan kelainan Autis

Transfer factor pada anak dengan kelainan Autis

oleh Wisnu Wijaya pada 21 Agustus 2011 jam 0:49
Autism with Kenneth A. Bock M.D.

Autism with Kenneth A. Bock M.D.

August 19, 2010 — Budi Kuang

Kenneth A. Bock MD. — “Sejumlah laporan telah terkumpul tentang penggunaan transfer factor pada anak dengan kelainan autis dan kemajuan mereka dalam tingkah laku secara klinis. Hal ini dimungkinkan terjadi karena Transfer Factor akan merangsang pembentukan jenis sytokine oleh TH1. Karena itu kami mempelajari sejumlah anak dengan kelainan autis yang menampakan kemunduran perilaku setelah vaksinasi, khususnya vaksinasi MMR. Kami menemukan bahwa profil serum cytokine mereka yang kami teliti tidaklah cukup. Seperti halnya titer rubella dan rubeola yang tidak membuktikan dapat menolong. Kami juga melihat pada level retinol yang turun dalam jumlah signifikan pada anak-anak kami. Kami menemukan alat ukur yang paling obyektif, yaitu Gilliam Autism Rating Scale (GARS) yang kami ukur pada awal studi dan kemudian 6 minggu saat studi dan kemudian 3 bulan saat studi, setelah mereka menggunakan polyvalent Transfer factor pada dosis 200 mg capsules TID. Sejak Transfer Factor menunjukan efektivitasnya sebagai modulator imun, dengan kegunaan potensial baik pada infeksi virus maupun kelainan autoimun yang notabene keadaan dominant-TH2, kami yakin bahwa perbaikan kondisi imun akibat Transfer Factor juga akan memperbaiki keadaan klinis. Studi pendahuluan kami telah menunjukan perbaikan kondisi pada anak-anak ini, dengan standar ukur GARS. Sebagai tambahan dari membaiknya tingkah laku, hal yang penting juga ialah terjadinya penurunan kejadian penyakit infeksi pada anak-anak ini.”
Dr.Bock is a physician who is renowned for his integrated approach to health and wellness. For the past 17 years he has integrated alternative modalities with conventional medicine into what he calls Progressive Medicine. He is the co-author of two books: The Road to Immunity and Natural Relief of your Child’s Asthma. Dr. Bock recently conducted an important study on the use of Transfer Factor with children who have Autism Spectrum Disorders.

Auto-immunity, Vaksin dan Autisme: V.K. Singh telah mempelajari autism sebagai suatu kelainan autoimun sejak lebih dari 15 tahun. Ia yakin bahwa sampai 80% (dan mungkin seluruhnya) kasus-kasus autism disebabkan oleh reaksi imun yang tidak normal, dikenal sebagai autoimmunitas. Proses autoimmun pada autism dihasilkan dari interaksi kompleks antara system imun dan system syaraf. Hipotesanya adalah bahwa reaksi autoimun struktur dasar otak, khususnya pada penderita autism. Ia berpendapat bahwa reaksi imun untuk membentuk membrane myelin (terjadi setelah infeksi atau vaksinasi) menyebabkan “nicks” atau perubahan kecil pada membrane myelin. Perubahan inilah yang menyebabkan gangguan pada fungsi mental, seperti belajar, memori, komunikasi, interaksi social, dsb. More on vaccines danger.

“Ini tentang anak saya, Zane. Usianya 2 tahun dan menderita alergi, asma, hambatan bicara dan gangguan perkembangan ekspesi. Dengan kata lain, ia memiliki semua karakteristik yang sama dengan anak penderita autisme. Kami mulai memberinya glyconutrients dan responnya terhadap kami membaik. Kontak mata juga lebih baik dan ia sudah mulai berlatih bicara banyak. Minggu ini, kala guru terapi bicaranya datang, ia juga merasakan perubahan pada diri Zane, dan Zane kali ini tidak ada reaksi marah atau mengusirnya. Biasanya kalau guru datang, zane akan cepat mengatakan ‘bye-bye’ agar gurunya segera pergi. Hari ini guru terapinya datang dan dia berlaku sangat baik, kontak mata yang baik dan mau berbagi mainannya. Hal ini mungkin tidak berarti banyak untuk anda tapi saya sebagai ibunya……………….

NOTE:
• Maximize your immune IQ! TRANSFER FACTORS, they aren’t vitamins, mineral sor herbs, but are helping millions Outsmart health threats in the 21st century. (William J.Hennen,Ph.D. is a Biochemist with thirteen years of experience as a researcher in drug design and development)
Maksimalkan kekebalan IQ Anda ! TRANSFER FACTOR, bukan vitamin, mineral tumbuh-tumbuhan sensor, tetapi membantu jutaan orang yang mengalami ancaman kesehatan pada abad ke-21. (William J. Hennen, Ph.D. adalah biokimia dengan tiga belas tahun pengalaman sebagai peneliti dalam rancangan obat dan pengembangan)

• By taking Transfer Factors, you are actually teaching your immune system to function on a higher level. I don’t care how many vitamins, minerals or other supplements people take. Nothing offers them this kind of effect. TRANSFER FACTORS could be the biggest breakthrough in preventive medicine to date. (Richard Bennett,Ph.D .is an Infectious Disease Microbiologist & Immunologist)
Konsumsi Transfer Factor, Anda benar-benar mengajar sistem kekebalan tubuh untuk berfungsi pada tingkat yang lebih tinggi. Saya tidak peduli berapa banyak vitamin, mineral atau suplemen lain orang ambil. Hal itu semua Tidak ada yang menawarkan efek semacam ini . TRANSFER FACTOR bisa menjadi terobosan terbesar dalam ilmu kedokteran yaitu sebagai pencegahan terhadap penyakit saat ini.
• The more I study TRANSFER FACTORS the more profound I find the science and the more certain I am of their immune improving benefits. (Calvin McCausland,Ph.D.)
Semakin saya mempelajari TRANSFER Factor lebih mendalam saya menemukan ilmu pengetahuan yang lebih pasti memberi saya manfaat meningkatkan kekebalan tubuh mereka.
• There is no other product in a nutritional substance, NOR a drug, that has this kind of power and ability to affect our immune system. With the increase of killer viruses, mutated germs, super-resistant germs, and food contaminations, our only hope and defence, must lie within our own immune system. Nothing has ever come close to Transfer Factors Plus in efficacy… I think everyone in the world should be on this product. (Dr.Darryl See,M.D. is an Associate Clinical Professor WHO (World Health Organization) Western Europe.)
Tidak ada produk lain dalam suatu zat gizi, bukan obat, yang memiliki kekuatan dan kemampuan semacam ini untuk mempengaruhi sistem kekebalan tubuh kita. Dengan peningkatan virus pembunuh, bermutasi kuman, kuman super-tahan, dan kontaminasi makanan, satu-satunya harapan kami dan pertahanan, harus berada dalam sistem kekebalan tubuh kita sendiri. Tidak ada yang pernah mendekati kekuatan Transfer Factor Plus dalam mencapai keberhasilan dalam penyembuhan… saya pikir semua orang di dunia harus mengkonsumsi produk ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar